Well today's post actually describe my days for the early may. Sudah banyak kejadian yang gue alami sampai hari ini, tapi kejadian di hari Jum'at kemarin rasanya yang paling penting. Let me tell you why
Alhamdulillah nyokab gue mendapat kesempatan untuk pergi Umroh bersama kakak-kakaknya plus ibunya, which is my grand ma. Beliau berangkat Rabu, 8 Mei dan kembali ke Jakarta (seharusnya) pada hari Jum'at 17 Mei kemarin. Sesuai dengan rencana, gue dan bokap akan jemput nyokab di bandara dengan mobil gue yang selama 10 hari stay di Bogor.
| pic taken before she took off :) |
Di hari Jum'at itu gue merasa cukup bahagia karena akhirnya bisa ketemu nyokab setelah belasan hari ga ketemu. Rumah berasa sepi tanpa kehadiran beliau. Gue jadi lebih banyak mengurung diri di kamar karena nyokab ga ada. Ini adalah pengalaman pertama nyokab meninggalkan rumah tanpa gue lebih dari 4 hari. Jadi gue belum terbiasa. Di minggu-minggu terakhir menuju keberangkatan, gue galau setengah mati dengan banyak fikiran buruk...gue takut nyokab gue ga bisa pulang lagi karena Allah lebih sayang sama beliau dibandingkan sayang gue ke nyokab. Alhamdulilllah di hari keberangkatan, gue bisa menahan nangis meskipun di perjalanan pulang dari bandara, gue merasa lemah dan super kesepian. Di hari Jum'at itu gue berusaha memaksimalkan waktu gue di kampus sehingga jam 4 udah bisa kembali ke rumah dan bersiap-siap ke citos untuk lalu pergi ke bandara bareng bokap. Ketika jam menunjukkan pukul 4 sore, hujan perlahan tapi pasti mulai turun. Alhasil gue sampai rumah basah kuyup meskipun gue sudah menggunakan jas hujan. Pembantu tiba-tiba sudah ga ada di rumah. Jengkelpun ga bisa gue tangkis kehadirannya. Dan gue akhirnya memutuskan untuk mandi, sholat, dan baru menelfon taksi untuk menjemput gue di rumah. Sekitar jam setengah 5 gue menelfon taksi dan pesanan gue itu sudah dicatat. Ketika jam menunjukkan pukul 5, taksi yang gue pesan tak kunjung datang. Gue berusaha bersabar tapi karena sudah 15 menit..gue coba telfon taksi-nya lagi. Ternyata belum dapat dan gue memutuskan untuk menelfon taksi lain. Taksi kedua ini yang membuat gue jengkel setengah mati dan menguras kesabaran gue. Di akhir cerita sebelum sampai ke citos, gue memutuskan untuk menelfon tukang ojek langganan. Alhamdulillah dia bisa mengantarkan gue ke Citos. Perjuanganpun ga berhenti disitu aja, gue harus merasakan banjir di jalan sebelum sampai tempat tujuan.
Sesampainya gue di Citos, ketemu bokap dan melanjutkan perjalanan ke Bandara. Butuh sekitar 1.5 jam untuk sampai ke bandara. Gue menunggu di terminal kedatangan 2D. Tertulis di layar bahwa pesawat yang digunakan nyokab gue, EK 358 (Emirates) delay dan akan sampai di Jakarta pukul 23.00 (seharusnya 22.35). Karena gue udah kangen berat, ga ada salahnya ditunggu. Tiba-tiba, nyokab pun sms mengabarkan bahwa ia lagi di Singapore karena ada seorang penumpang yang sakit dan harus diobati. Kabar itu lalu gue teruskan ke om gue yang juga lagi nunggu bareng gue dan bokap. Sempat kesal karena..cmon! satu orang kok nyusahin ratusan orang yang menunggu kedatangan jemaah umroh...Tapi ya apa mau dikata...sampai jam 12 malam, belum ada kabar kedatangan pesawat Emirates dari Dubai itu...nyokab hanya ngabarin bahwa semuanya baik-baik aja dan masih di Singapore. Gue tetap menunggu sampai ruang tunggu itu sepi. Gue, bokap, om, dan sepupu2 gue yang menjemput berusaha menunggu kabar. Karena gue ga terima kabar apapun dari tim tour umroh maupun pihak bandara. Akhirnya gue menunggu sampai jam 2 lewat..hampir gue dan bokap mau nginep di bandara. Lalu nyokab kembali sms bahwa ia akan datang ke Indonesia sekitar jam 10 pagi. Finally, gue memutuskan pulang.
![]() |
| Feels like Viktor Navorski (Tom Hanks) in The Terminal |
Keesokan paginya (Sabtu, 18 Mei) gue bangun setelah 4.5 jam tidur dan bersiap ke bandara untuk jemput nyokab. Berhubung supir om gue udah pulang ke Bogor, akhirnya gue naik angkot dan bus menuju blok M untuk melanjutkan perjalanan dengan DAMRI. Di tengah jalan, nyokab sms bahwa ia baru check out dari hotel Singapore jam 12.30 waktu Singapore. Akhirnya gue memutuskan untuk berkunjung ke rumah Kakung (my dad's dad) sambil menunggu jam yang pasti tentang kepulangan nyokab ke Jakarta. Alhamdulillah om gue yang lagi stay di sana menawarkan untuk meminjamkan mobil+supir pribadinya untuk menjemput nyokab...Rezeki ga kemana :p Somehow, gue bbm om gue yang akan menjemput nenek gue..ketika melihat dp-nya...berita mengenai pesawan Emirates dengan kode penerbangan EK 358 muncul....
![]() |
| The chronology of the accident |
Pukul 13.30 gue berangkat ke bandara. Gue menunggu lagi dan berharap ga harus hampir nginep lagi. Sempat gue dan bokap dibuat galau oleh tulisan penerbangan Emirates dari Singapore yang terus menerus ga ada statusnya. Sekitar 1 jam dari jadwal yang ada, gue dapat kabar bahwa mama dan keluarga gue sudah ada di Jakarta....Cuma bisa mengucap Alhamdulillah. Saat menunggu...bokap tiba-tiba pergi...ya..gue sempet ditinggal. Tapi ternyata bokap bawa nyokab gue untuk ketemu gue...gue langsung meluk nyokab dan nangis...I almost loose my mom, and on that moment..i cant feel more grateful to hug her :")
Nyokab langsung menceritakan kejadian itu versinya. Ternyata saat kejadian itu, nyokab gue tertidur setelah menjalankan sholat. Ia sempat terbangun dan ketika ia terbangun, ia melihat orang di depannya terlempar keatas karena orang tersebut tidak menggunakan seat belt. Nyokab hanya bisa berdzikir bersama jamaah lainnya yang mengalami kejadian itu. Saat nyokab terbangun, itu adalah saat dimana sang pilot bisa mengembalikan posisi pesawat ke posisi yang sesuai. Karena ada 13 orang yang cedera, maka harus berhenti di Changi untuk memperoleh pengobatan.
The whole story that i told you above..adalah sebuah tamparan keras untuk gue. Ada dua poin penting yang harus terus gue ingat
- I need to start driving again! Setelah merasa takut sejak kejadian beberapa tahun lalu, gue menjadi sangat optimis bahwa dengan gue belajar nyetir, gue ga harus ribet ketika berpergian dan bisa bantu nyokab yang umurnya terus bertambah
- Never Stop Loving Your Mom!! Meskipun sering berbeda pendapat dan berselisih, tapi kehilangannya adalah hal yang menakutkan. Hampir kehilangan aja udah takut...can you imagine your life without her?
It was the best experience ever. Even tough it snit a sweet story, but it will make me better and better..Aamiin















.jpg)